Berhenti Mendikte Tuhan,Β Kawan!

Akhir-akhir ini, pikiran saya sedang dipenuhi tentang universitas, jurusan, kemana saya akan melanjutkan studi selepas SMA, dan yang semacamnya. Emm well sebagai manusia kita pasti pernah sangat menginginkan sesuatu, sangat sangat ingin sehingga kita berdoa siang malam kepada Tuhan agar Ia mengabulkannya. Demikian juga saya.

Sejak awal masuk kelas XII sampai akhir-akhir ini, saya selalu berkata pada Tuhan “FK Tuhan, tolonglaah, FK, FK!” (Fakultas Kedokteran,red)

Well sebenarnya bukan suatu kesalahan kalau kita meminta pada Tuhan sebagaimanapun seringnya. Justru kita HARUS selalu meminta kepada Tuhan, menyandarkan semua masalah kita kepadaNya, memohon pertolonganNya, meyerahkan jalan hidup kita kepadaNya.

Maka pantaskah kita memaksa Tuhan untuk menuruti kemauan kita

Tidakkah lebih baik jika doa kita berbunyi “Ya Tuhan, kuserahkan masa depanku di tangan Mu. Aku tahu Engkau selalu memberi yang terbaik untukku. Ya Tuhan, aku hanya memohon, tolong mudahkanlah jalanku untuk mencapai apa yang Engkau kehendaki untuk kumiliki. Yakinkanlah diriku bahwa itu jalanku. Dampingilah aku dalam mencapainya Ya Tuhan. Sesungguhnya tiada pantas aku meminta kepadaMu. Tapi apa daya, aku hanyalah hambaMu yang tidak punya kuasa apapun jika dibandingkan Engkau, penguasa seluruh kehidupan.”

Tidakkah itu terasa sangat lebih baik?

Well setidaknya buat saya, itu terasa jauh lebih baik. Karena toh FK bukan segalanya. Tuhan bisa menjadikan saya apapun yang dia mau. Bisa saja saya dijadikan lulusan FK yang tidak berhasil, ataupun lulusan jurusan yang menurut saya tidak punya prospek, tapi Tuhan bisa menjadikannya sangat prospektif buat saya.

Jadi saran saya, Kawan, berhentilah mendikte Tuhan. Belajarlah semampu Anda, sekeras Anda bisa, sampai waktu yang telah ditentukan. Lalu biarkan Tuhan mengurus sisanya. Dia tahu yang terbaik, jangan ragukan itu. πŸ™‚

Advertisements