Born To Care, Dare To Act, Here To Share :)

Well today’s kinda guhreat day ๐Ÿ˜€ Ini pertama kalinya ikut bakti sosial, as a medical student pula. Bahkan tadi adek-adeknya ada yang bilang “Awas awas ada bu dokter” aaaaww aku sudah pantas jadi dokter ya :’)

Anw being a doctor was a very long journey. And it’ll need so much time till I really be.

Eh ya back to topic, today was awesome. Ngeliat langsung proses di lapangan. Nge-anamnesis, baca resep, nyari obat, liat khitan plus bedah minor live ๐Ÿ™‚

Well ya ini sedikit banyak ngasi gambaran lah what will I be and what should I do in the future. What will I be karena ntar gue kerjaannya bakal kaya gitu, meriksa, khitan, bahkan bedah orang ๐Ÿ™‚ What should I do karena ntar kerjaan gue berhubungan sama masyarakat langsung. And it’s not only about curing someone, really. It’s all about helping people. Not only curing, but caring and sharing ๐Ÿ™‚ Soalnya ya, kayaknya hidup lo nggak akan ada artinya kalo lo nggak bisa berguna buat orang lain. Kebahagiaan yang cuman bisa lo nikmatin sendiri itu bukan kebahagiaan bro namanya.

Sekali lagi, berada di tengah orang-orang yang kurang, baik secara finansial ataupun yang lainnya, bikin gue makin liat ke bawah, bukan ke atas. Bahwa ada orang yang hidupnya jauh lebih susah dari gue. Dan bahkan hidup gue pun gak bisa dibilang susah kalo ngeliat mereka. Bahwa mereka sangat sangat sangat butuh buat dibantu, dan nggak cuma mereka, tapi orang lain, yang masih banyak banget di luar sana, yang nunggu seseorang buat bergerak. Bergerak buat nolongin mereka. Kalo nggak gue, kalo nggak lo, sapa lagi bro?

Anw thanks to PD UNS 2009, baksos nya sangat menginspirasi mbak mas :’) Sukses terus yaaahh

And last but not least, ayo jadiin diri lo berguna buat orang lain. Insya Allah balesannya bakal berlipat ganda dari Sang Pemberi Berkah. ๐Ÿ™‚

@AnindyaNQ – Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Di Solo Cuman Numpang, Jadi …

Sebagai mahasiswa baru, dengan status anak perantauan pula, pastilah awal-awal gini bawaannya kepikiran daerah asaaal mulu. Tiap ada libur dikiiit aja pasti deh disempetin buat pulang ๐Ÿ˜‰ Kangen ortu, kangen keluarga, kangen rumah, jelas laah. Secara kita (saya maksudnya hehe) yang notabene sejak lahir nggak pernah tinggal jauh dari ortu nah tiba-tiba sekarang bener-bener HARUS hidup sendirian. Apa-apa sendiri. Mulai dari bangun tidur nggak ada yang bangunin, mikir mau makan apa sendiri, mikir perlu apa buat bla bla bla, seriously ya bahkan dalam rumah tangga aja kerjaan ginian dibagi dan dikerjain cewek cowok, lha ini *sigh*. Anyway sori sebenernya nge-post ini bukan buat curhat ato kompain kok ๐Ÿ˜‰

Masalahnya pada beberapa pihak *ehm* lingkungan baru kadang dijadiin “tumbal” ato apapun itulah. Maksudnya sering banget gitu ngeliat update-an status dari temen-temen perantauan di Solo juga, contohnya yang paling sering nih ya kurang lebih “Aduh solo apaan nih, gak ada bla bla nya, coba di kota gue, duuh begituan mah bejibuuun” kalo gak gitu “iya cyiiin solo gak gaul banget deh, masa itunya ya bla bla bla bla”. Please ya teman-teman, ini Solo ๐Ÿ™‚ kalo emang mau dapet suasana yang seperti, mirip, bahkan persis kota anda, ya monggo noh silahkan mbalik ke kota tercintaaa ๐Ÿ˜‰

Sering sih mikir begitu juga, soal betapa bedanya Solo sama kota asal saya, Surabaya. Betapa Solo nggak se-metropolitan Surabaya hahaha. Well tapi berhubung saya emang orangnya nggak suka ngeluh dan nriman #eh jadi saya mah fine-fine aja tinggal di Solo ๐Ÿ™‚ Toh ini kan konsekuensi. Saya udah kadung cinta UNS dan nggak mungkin UNS nya diboyong pindah ke Surabaya, kasian temen-temen yang “punya” UNS dong yah ntar hehehe.

Jadi kesimpulannya, saya kan cuman “numpang” di Solo ini, dan baiknya Solo mau nerima saya ๐Ÿ˜‰ Jadi nggak usah lah ngeluh soal ini itu yang nggak penting. Toh there’s no other choice. Pilihannya cuma terima UNS apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya (ecieeeh) ato nggak usah terima sama sekali. So mau milih yang mana?

A New, Beginning, Start, Or Whatever You Called It, โ€œTrueโ€ Life

It’s been 2 months since I have my new life, to be a medical school student I mean. And yeah like a globe that spins so fast, there’s up and down ๐Ÿ˜€

Setelah bener-bener “memutuskan” serius di bidang ini โ€“ dengan mikir kalo “there’s no way to back” โ€“ ada secercah kekhawatiran yang masih ngganjel. Seenggaknya ngerasa minder gitu, temen-temen yang masuk dari jalur SNMPTN Tulis bahkan jalur mandiri grade nya tinggi-tinggi bangeeeet T.T hampir 90% cobaaa, dewa sekali kaaaan rekan-rekan sejawat iniiii. Mulailah gue mikir, gue diterima di sini bisa dibilang “cuma kebetulan” rapor gue bagus selama SMA, dan soal akademik selama SMA? Beuuuh jangan ditanya, gue males belajar! Akhirnya gue minder sendiri dong, masak iya ntar gue jadi yang paling gak lemah diantara temen-temen gue? Gengsi dong mameeeen, mau ditaro mana nama almamater gue โ€“”

Jadi akhirnya gue berkomitmen (lagi :D) buat serius belajar. GUE JANJI GAK BAKAL MALES BELAJAR LAGI! Jadi dokter gak boleh males, jadi dokter kudu rajin, jadi dokter butuh pengorbanan. There’s a lot of people need my help outside there ๐Ÿ™‚

A Note from A Doctor To Be (Baca: Curhat Gue)

Being a medical school student? Some people want it so much. They even are willing to pay so much money to be one of them. Then me? God give me this, with as minimum payment as possible. Yes God, I gratefully thanked to you for this. Even if at first, I do uncertain about this. I mean, you know, Iโ€™m not giving my 100% for this. I donโ€™t really want to be a doctor (well after I was declared to be one of a medical school student, Iโ€™ve just realized it). I only have 30% assureance to be a doctor, then the rest 70%? I just want to make my parents happy. I know they donโ€™t say their avidity by them self. But I can summarize it implicitly from our conversations.

Well, I guess I have no choice, I should try this first. Like what Iโ€™ve ever heard, โ€œIf you donโ€™t like your college, at least try it for one semester, if you still donโ€™t like it, then try for one year, if itโ€™s not one year, then try for two, three, and four years (well, six years in my case). If after those years and you still donโ€™t like it, yeah you can leave.โ€ Then, I guess it means forever. And Iโ€™ve decided. YES Iโ€™LL TRY TO BE A DOCTOR. THE GOOD DOCTOR ONES. Iโ€™ve decided to put my best on this. Even if I have to work with cadaver every day, doing surgery (which I see so awfully before). But I promise Iโ€™ll do my best. One of my favourite quotation from my friend: โ€œIf God gives you โ€˜a medical school studentโ€™ status, IT MEANS HE BELIEVES THAT YOU CAN DO ITโ€ (ALFIII, thank you for this word ๐Ÿ˜€ very inspiring)

Beside, being a doctor is a lofty job. Helping people, avoiding people form sickness, avoiding people from hurting more, I guess this is my way to thanked God for everything he gave me all the time (even if I know being a doctor for 1000 years wonโ€™t ever equal to 1/1000000 comfort he given me, well at least, Iโ€™m trying).

And, the lesson you, readers, can take from my story are: โ€œTry to accept things God given to you. Always take everything from positive side. And please sort everything you wanna do. If you thought you donโ€™t have enough reason to do it or to be there, just leave itโ€ cause everything can be succesfully done as long as you have enough reason to do it. Cheers ๐Ÿ˜€

*CMIIW with my english LOL